Mengenal Berbagai Macam Profesi dalam Dunia Kepenulisan

Banyak sekali orang yang berkata kepadaku bahwa mereka ingin menerbitkan buku agar bisa dikenal sebagai penulis. Sebenarnya, dunia kepenulisan tidak sesempit yang kita bayangkan, lho. Beberapa dekade yang lalu, mungkin profesi penulis selalu identik dengan penulis buku, entah itu buku fiksi atau non fiksi, sehingga ada anggapan kalau tidak punya karya dalam bentuk buku, belum bisa dikatakan sebagai penulis.

Namun, seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, profesi sebagai penulis juga berkembang. Bahkan, beberapa di antaranya sanggup mendatangkan pundi-pundi yang tidak sedikit, bahkan sukses melambungkan para pelakunya. Apa saja itu? Yuk, kita simak sama-sama:

Blogger

Banyak penulis yang memiliki blog pribadi sebagai sarana untuk mempromosikan karya, mengadakan kelas kepenulisan, atau hanya sekadar membagikan pengalaman dan pengetahuannya. Ada juga yang awalnya hanya iseng, menuliskan pengalaman, hobi atau keahliannya (seperti memasak, jalan-jalan, dll), kemudian artikel-artikel di blognya menjadi viral dan akhirnya diterbitkan menjadi buku. Beberapa di antaranya adalah Trinity yang memiliki blog The Naked Traveler, atau Sekar Arum dengan tutorial kecantikannya di http://racunwarnawarni.com. Bahkan, dengan menjadi blogger, kamu juga bisa ikut lomba menulis artikel berhadiah, menjadi reviewer produk tertentu (buku, film, kuliner, dll), atau bahkan menjadi influencer dengan artikel-artikel yang kamu tulis.

Penulis Skenario

Kamu suka dunia film? Kamu bisa mencoba menjadi penulis skenario. Pasti bangga, dong, kalau kita punya karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang dan nama kita tercantum dalam credit title. Kamu bisa menjadi penulis skenario untuk FTV atau film bioskop. Cerita romansa remaja dan horror yang memacu adrenalin dan membuat penasaran adalah dua genre yang saat ini sedang digemari oleh para penonton dan ratingnya cukup bagus. Kalau kamu mau belajar menulis skenario, kamu bisa pertimbangkan untuk ikut serta dalam kelas kepenulisan skenario yang dibimbing oleh Ernest Prakarsa, yang terkenal dengan film Cek Toko Sebelah. Bonusnya, jika kamu menjadi penulis skenario, kamu bisa punya kesempatan mengenal lebih dekat bintang film atau sutradara favoritmu, lho.

Content Writer dan Jurnalis

Seiring dengan menjamurnya portal berita di internet seperti Tirto, Mojok, IDN Times, yang harus mengunggah konten baru untuk dimuat, profesi ini bisa kamu pertimbangkan. Kalau kamu punya keahlian menulis yang bagus, terutama bisa membuat artikel yang clickbait, atau menarik perhatian pembaca untuk mengekliknya, kamu bisa menjadi content writer. Uniknya, pekerjaan ini juga bisa kamu lakukan dari rumah, berbekal koneksi internet yang mumpuni, laptop, dan listrik, tentunya. Profesi jurnalis juga dibutuhkan agar bisa menyampaikan berita-berita dan informasi terkini, seperti breaking news dan hotline news. Sekarang adalah era internet, yang mana informasi terbaru bisa kita dapatkan hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit. Selain itu, aku yakin situs-situs berita di atas juga berlomba-lomba agar informasi atau berita terkini miliknya bisa menduduki urutan pertama di laman pencarian Google.

Copywriter

Pernahkah kamu berselancar di internet atau di platform marketplace dan mendadak ingin membeli suatu benda yang sebenarnya kamu tidak membutuhkannya, tapi kamu akhirnya membelinya karena terpancing dengan deskripsi barang atau iklan berupa tulisan di produk yang dijual tersebut? Di sinilah tugas seorang copywriter, yaitu ‘menghipnotis’ calon pembeli dengan kata-kata sakti yang mengundang rasa penasaran calon pembeli dan merangsang pembaca untuk segera mengambil keputusan membeli. Misalnya saja, “Produk ini tidak dijual di toko lain,”, “Beli dua gratis satu,”, “Pembelian senilai minimal Rp XX akan mendapatkan gratis YY.”, “Gratis ongkir untuk minimal pembelian Rp ZZ.” Bahkan, slogan untuk iklan produk tertentu seperti, “Apa pun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro,”, “Indomie Seleraku,” juga membutuhkan copywriter. Kalau kamu unik, kreatif, dan punya banyak ide cemerlang untuk merangkai kata, kamu juga bisa menjadi copywriter.

Penerjemah

Jika kamu punya keahlian menulis dan bahasa Indonesia yang oke punya sekaligus keahlian bahasa asing yang mumpuni, kamu juga bisa menjadi penerjemah. Mulai dari menerjemahkan dokumen, buku, katalog, website, beragam aplikasi di Android maupun iOS, film, dll. Selain itu, penerjemah juga harus bisa mengoperasikan berbagai perangkat lunak penerjemahan seperti Trados, MemoQ, Memsource, dll. Bidang pekerjaan penerjemah juga beragam, mulai dari sastra, ekonomi, hukum, kedokteran, farmasi, dll.

Editor

Eits, jangan remehkan profesi editor, lho. Meski pekerjaan mereka terkesan remeh dan di balik layar, merekalah yang berjasa memeriksa kualitas tulisan yang dibuat para penulis. Mulai dari tata bahasa, ejaan, hingga logika kalimat, sekaligus memberikan saran agar tulisan tersebut masuk akal dan bisa diterima pembaca. Jika kamu orang yang teliti dan punya cara berpikir yang kritis, dan kemampuan bahasa Indonesia di atas rata-rata, kamu juga bisa menjadi editor. Dalam dunia perbukuan, editorlah yang menjadi bidan atas lahirnya sebuah buku, karena tanpa mereka, tulisan para penulis pasti terdapat banyak kekurangan.

Nah, itulah aneka macam profesi di dunia kepenulisan. Ternyata banyak juga, ya. Jika kita mampu beradaptasi dengan zaman dan perkembangan teknologi, pekerjaan apa pun yang dulunya tidak ada atau bahkan mungkin tidak bisa menghasilkan uang, mungkin saja bisa ada dan menciptakan profesi baru di era teknologi ini.

One Reply to “Mengenal Berbagai Macam Profesi dalam Dunia Kepenulisan”

Tinggalkan Balasan