Kota-kota Paling Romantis di Tiongkok

Membicarakan mengenai Tiongkok seakan tidak ada habisnya. Beberapa kota di negeri tirai bambu ini memang dikenal dengan kecantikan sekaligus keromantisannya, di tengah hiruk pikuk kesibukan kota dan keindividualisme para penduduknya.

Ada banyak kota di Tiongkok yang berkesan bagiku. Bahkan, terkadang ingin membuatku untuk kembali lagi. Kota-kota berikut ini mungkin bisa menjadi referensimu saat kamu merencanakan berlibur ke Tiongkok, tentunya setelah pandemi berakhir, ya.

Beijing

Dikenal sebagai ibukota Tiongkok, Beijing merupakan tempat yang romantis, terutama jika kamu suka segala sesuatu yang unik dan vintage. Yang pasti, kamu wajib mengunjungi Tembok Besar, entah itu melalui jalur Mutianyu atau Badaling. Sebab, ada pepatah lama yang mengatakan bahwa siapa saja yang pertama kali menginjakkan kaki di Beijing, maka wajib mengunjungi Tembok Besar. Sebenarnya, anggapan ini tak salah juga, karena Beijing memang lebih dikenal oleh penduduk dunia karena adanya Tembok Besar yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah masa lalu.

Selain itu, makanan halal juga mudah dan banyak ditemukan di Beijing. Jadi, bagi kamu umat Islam tidak perlu terlalu khawatir.

Tianjin

Jika kamu merasa bosan dengan suasana Beijing yang macet dan monoton, kamu bisa pindah ke Tianjin. Beijing dan Tianjin sangat dekat, hanya satu jam naik kereta. Jika Beijing ibarat Jakarta, Tianjin ibarat Tangerang. Cukup dekat, bukan? Jadwal kereta dari Beijing ke Tianjin maupun sebaliknya juga tersedia setiap jamnya dengan berbagai pilihan kereta.

Berbanding terbalik dengan arsitektur Beijing yang banyak bangunan-bangunan kuno, di Tianjin justru banyak terdapat bangunan-bangunan khas arsitektur Eropa. Rusia, lebih tepatnya. Jika kamu ingin berfoto dengan latar belakang bangunan ala Eropa, tapi budgetmu terbatas, kamu bisa mempertimbangkan pergi ke Tianjin. Kujamin, deh, siapa saja yang melihat fotomu nantinya pasti akan salah mengira bahwa kamu berfoto di Tianjin!

Oh, ya, ada satu tempat wisata terkenal di Tianjin yang namanya Tianjin Eye. Kamu bisa menikmati keromantisan Tianjin pada malam hari di tempat ini. Indahnya kelap-kelip lampu, apalagi saat bulan purnama, membuat Tianjin makin romantis!

Shanghai

Sebagai kota yang sibuk, kuakui Shanghai mempunyai pesonanya sendiri. Sama seperti Hong Kong, kota ini seolah tak pernah mati. Ada banyak tempat-tempat romantis yang tersembunyi di kota ini, tidak melulu naik cruise mengelilingi Sungai Huangpu atau berswafoto di The Bund.

Suasana malam Kota Shanghai.

Kalaupun tidak ingin berada di tengah hiruk pikuk Shanghai yang bising, kamu bisa melipir ke kota lama Zhujiajiao, sebuah tempat di pinggiran Shanghai yang tidak kalah cantiknya. Terdapat banyak bangunan kuno dan artistik di kota ini, dengan kanal-kanal yang lebar, yang membawamu seakan berada di Tiongkok zaman kuno.

Psst, kabarnya, Zhujiajiao adalah salah satu setting dalam film Mission Impossible 3.

Nanchang

Kamu ingin pergi ke Beijing untuk mendaki ke Tembok Besar tapi tidak kuat menanjak? Atau tidak ingin pergi ke Tembok Besar karena jumlah turisnya yang membludak dan tidak ingin berdesakan? Jangan khawatir. Kamu bisa pergi ke Nanchang.

Nanchang adalah ibukota Provinsi Jiangxi. Letaknya di Tiongkok bagian tengah. Kota ini mungkin tidak terlalu populer di telinga turis asing. Namun, kalau kamu tidak bisa mendaki Tembok Besar di Beijing, pemerintah Tiongkok telah menyediakan replikanya di Nanchang.

Replika Tembok Besar di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Tempat ini sangat cantik dan terletak di Nanchang bagian timur. Panjang replika Tembok Besar ini sekitar 4 kilometer, dengan sudut tanjakan yang tidak terlalu ekstrem jika dibandingkan dengan Tembok Besar di Beijing.

Dandong

Dandong terletak di Provinsi Liaoning, perbatasan antara Tiongkok dan Korea Utara. Selama ini Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara yang tertutup di dunia.

Jika kamu datang ke Dandong, kamu bisa mengintip kehidupan rakyat Korea Utara dari dekat. Banyak warga Korea Utara yang bekerja di Dandong sebagai pelayan restoran atau bekerja di sekitar imigrasi. Kerajinan atau kuliner khas Korea Utara juga cukup banyak ditemukan di Dandong.

Tiongkok dan Korea Utara dipisahkan oleh sungai yang bernama Sungai Yalu, atau dalam bahasa Korea disebut Sungai Amnok. Pemandangan di sekitar tepi Sungai Yalu juga cukup bagus, terutama saat malam. Boleh dikatakan bahwa kota ini adalah perpaduan cita rasa Tiongkok dan Korea Utara, baik dari segi budaya, kuliner, dan bahasa.

Kamu bisa pergi ke Dandong dengan menggunakan kereta dari Beijing maupun Shenyang dengan tujuan Pyongyang, Korea Utara.

Dali

Dali terletak di Provinsi Yunnan, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Myanmar. Untuk menuju ke Dali, dibutuhkan waktu sekitar 6 jam naik kereta dari Kunming, ibukota Provinsi Yunnan.

Dali terletak di dataran tinggi dan termasuk salah satu kota kuno yang sangat populer, baik untuk turis Tiongkok maupun turis asing. Bahkan, dalam sebuah lagu populer yang berjudul 带你去旅行 Dai Ni Qu Lv Xing (Membawamu Pergi Berlibur) ada kata-kata 还有云南的大理保留着会议 yang artinya: menyimpan memori di Dali, Yunnan. Ini artinya bahwa Dali merupakan destinasi liburan yang sangat berkesan dalam ingatan siapa saja yang datang ke kota ini.

Pemandangan langit malam di Dali juga sangat indah. Mungkin karena tidak tercemar oleh polusi udara dan letaknya di pegunungan. Bahkan, jika beruntung, kamu bisa menyaksikan indahnya Galaksi Bimasakti dengan mata telanjang di Dali.

Nah, setelah membaca artikel ini, kota mana yang menurutmu paling romantis dari daftar di atas?

Kota yang Menjadi Tempat Kuliner Favorit di Tiongkok

Sebagai sebuah negara besar dan berpenduduk paling banyak di muka bumi, masing-masing kota di Tiongkok punya beraneka ragam kuliner dengan cita rasanya sendiri-sendiri. Rekomendasi aneka kuliner berikut adalah pendapat dan selera pribadiku selama aku bekerja di Tiongkok, yang mungkin saja tidak sama dengan orang lain. Namun, referensiku ini bisa kamu gunakan jika suatu saat kamu pergi ke Tiongkok.

Pertama-tama, perlu kita ketahui bahwa orang Indonesia sangat tergantung pada beras sebagai makanan pokok. Ada pepatah jika seseorang belum makan jika tidak makan nasi. Ada pula beberapa temanku yang mengatakan bahwa mereka masih lapar saat berada di luar negeri, lantaran tidak makan nasi. Sebanyak apa pun roti, mi, dan pizza yang mereka makan, rasanya tidak sekenyang nasi. Namun, mungkin ini hanya sugesti saja atau kondisi masing-masing orang.

Tiongkok dibagi menjadi dua bagian, yaitu Tiongkok Utara dan Tiongkok Selatan. Dua bagian ini dipisahkan oleh Sungai Yangtze atau Sungai Changjiang 长江, yang artinya adalah Sungai Panjang. Masyarakat Tiongkok bagian utara mengkonsumsi aneka makanan yang berbahan dasar gandum, sedangkan masyarakat Tiongkok bagian selatan mengkonsumsi aneka makanan yang berbahan dasar beras.

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa beras hanya ditemukan di Tiongkok bagian selatan? Hal ini karena padi lebih mudah tumbuh di tanah di Tiongkok bagian selatan. Sebagaimana kita tahu, Thailand, Vietnam, dan Indonesia yang terletak di sebelah selatan Tiongkok adalah negara-negara penghasil beras.

Makanan Tiongkok Utara pada umumnya terbuat dari olahan gandum.

Namun, meskipun begitu, berkat perkembangan teknologi dan transportasi, masyarakat Tiongkok Utara pun tetap bisa menikmati aneka makanan berbahan dasar beras, demikian pula sebaliknya.

Berdasarkan pengalamanku selama ini, tempat kuliner favoritku adalah:

Guangzhou

Bagiku pribadi, Guangzhou adalah surga kuliner nomor satu di Tiongkok. Selain cita rasa makanan yang cocok di lidah orang Indonesia pada umumnya, makanan yang dijual di depot, restoran, dan lapak makanan di pinggir jalan di Guangzhou rasanya sangat enak dan dijual dengan harga terjangkau.

Tak hanya itu saja. Aneka kedai kopi yang menggugah selera dan tempatnya yang sangat instagrammable membuat siapa saja yang datang sangat betah berlama-lama di tempat ini, entah itu untuk berfoto atau menyesap nikmatnya kopi.

Perlu diketahui bahwa generasi awal etnis Tionghoa di Indonesia adalah perantauan dari Provinsi Fujian dan Guangdong. Maka, tak heran jika cita rasa kuliner Guangdong dan Fujian lebih familier di lidah orang Indonesia. Sebagian besar rasa makanan Tionghoa di Indonesia pun berasal dari kedua provinsi ini.

Hong Kong

Setali tiga uang dengan Guangzhou, Hong Kong juga merupakan salah satu kota rujukan kuliner favoritku. Karena Hong Kong dulunya adalah bekas koloni Inggris, aneka kuliner khas Barat pun juga ada di sini. Tidak hanya makanan Barat, tapi juga makanan khas Timur Tengah, seperti kebab. Aku juga menemukan kuliner khas India di sini. Sedangkan kuliner khas Indonesia lebih banyak dijumpai di wilayah Causeway Bay, karena di tempat inilah yang sering dijadikan tempat kopdar para buruh migran di Hong Kong setiap akhir pekan.

Kamu bisa menikmati aneka rasa kuliner dari restoran-restoran Hong Kong yang terkenal di Indonesia, misalnya saja Din Tai Fung, yang mana xiaolongbao adalah menu andalannya.

Namun, harga kuliner di Hong Kong sedikit lebih mahal daripada di Tiongkok daratan, termasuk jika dibandingkan dengan Shenzhen, kota yang merupakan pintu masuk ke Tiongkok daratan. Hal ini hanya karena nilai tukar dolar Hong Kong yang lebih mahal daripada Yuan.

Fuzhou

Salah satu kuliner terkenal asal Fuzhou adalah肉丸 rouwan. Bentuknya bulat seperti bakso, terbuat dari daging dan sangat enak. Namun, sayang sekali, menurutku, harga makanan di Fuzhou lebih mahal daripada di Guangzhou atau Shenzhen.

Di Fuzhou ada sebuah tempat terkenal yang menyajikan aneka makanan khas Provinsi Fujian, namanya 三坊七巷 san fang qi xiang. Tempat ini buka pada malam hari dan sangat ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan.

Selain rouwan, makanan laut juga sangat terkenal di Fuzhou, karena letak Fuzhou sendiri di pinggir pantai. Selain itu, kuliner khas Fujian yang enak juga bisa ditemui di Xiamen (Amoy). Makanan ikan lautnya sangat menggugah selera dan harganya juga terjangkau. Jika kamu merupakan penggemar seafood, kamu wajib datang ke Xiamen!

Shanghai

Sebagai pusat perekonomian Tiongkok, Shanghai juga menyajikan aneka kuliner yang bervariasi dan memanjakan lidah. Salah satunya adalah hairy crab, yaitu kepiting berambut yang berukuran jumbo. Kamu tidak akan bisa menghabiskan menu ini sendirian, karena kepitingnya sendiri berukuran raksasa dan biasanya disajikan dalam porsi besar.

Hairy crab. Menu ini sangat mudah ditemukan di Shanghai.

Selain itu, dimsum Shanghai juga sangat terkenal. Beberapa lapak makanan di Shanghai menjual dimsum dengan sajian yang kreatif. Bentuknya berupa aneka hewan, sehingga siapa saja yang kebetulan lewat dan melihatnya pasti ingin membelinya, terutama para cewek. Ada dimsum yang dibentuk seperti wajah babi, anjing husky, bebek, atau aneka hewan dan bentuk lain.

Dimsum dengan beragam bentuk yang lucu, sangat mudah ditemukan di Shanghai. Jadi, mau tetap dimakan, nggak, nih, kalau bentuknya selucu ini?

Makanan Barat seperti spagheti, salad, dan pizza juga mudah ditemukan di Shanghai, karena banyak ekspatriat yang bekerja di Shanghai.

Beijing

Tak dipungkiri lagi, Beijing yang merupakan ibukota Tiongkok juga salah satu tempat jujukan kuliner favoritku. Yang terkenal bagi orang Indonesia tentu saja bebek Peking! Banyak tempat yang menjual bebek Peking, bahkan kamu bisa membelinya beberapa porsi sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau dimakan sendiri. Tempat yang paling banyak menjual bebek Peking adalah kawasan Wangfujing.

Bebek Peking yang dijual dalam bentuk kemasan ini juga sudah dilengkapi dengan bumbunya, sehingga pembeli cukup menggorengnya saja. Praktis dan instan. Jangan khawatir, kamu masih tetap bisa menikmatinya saat kamu pulang ke Indonesia.

Karena Beijing terletak di utara, kamu mungkin akan jarang menemukan menu makanan berbahan dasar beras. Termasuk di restoran internasional seperti KFC dan McD. Namun, kamu tidak perlu khawatir, menu makanan yang berbahan dasar gandum di Beijing juga cukup enak, kok. Harganya terjangkau, bahkan lebih murah dari harga makanan di Indonesia. Bahkan, satu porsi makanan bisa untuk dimakan berdua.

Bagaimana? Apakah kamu berencana pergi ke Tiongkok untuk menikmati kulinernya setelah membaca artikel ini (dan setelah pandemi usai, pastinya)?