Kota yang Menjadi Tempat Kuliner Favorit di Tiongkok

Sebagai sebuah negara besar dan berpenduduk paling banyak di muka bumi, masing-masing kota di Tiongkok punya beraneka ragam kuliner dengan cita rasanya sendiri-sendiri. Rekomendasi aneka kuliner berikut adalah pendapat dan selera pribadiku selama aku bekerja di Tiongkok, yang mungkin saja tidak sama dengan orang lain. Namun, referensiku ini bisa kamu gunakan jika suatu saat kamu pergi ke Tiongkok.

Pertama-tama, perlu kita ketahui bahwa orang Indonesia sangat tergantung pada beras sebagai makanan pokok. Ada pepatah jika seseorang belum makan jika tidak makan nasi. Ada pula beberapa temanku yang mengatakan bahwa mereka masih lapar saat berada di luar negeri, lantaran tidak makan nasi. Sebanyak apa pun roti, mi, dan pizza yang mereka makan, rasanya tidak sekenyang nasi. Namun, mungkin ini hanya sugesti saja atau kondisi masing-masing orang.

Tiongkok dibagi menjadi dua bagian, yaitu Tiongkok Utara dan Tiongkok Selatan. Dua bagian ini dipisahkan oleh Sungai Yangtze atau Sungai Changjiang 长江, yang artinya adalah Sungai Panjang. Masyarakat Tiongkok bagian utara mengkonsumsi aneka makanan yang berbahan dasar gandum, sedangkan masyarakat Tiongkok bagian selatan mengkonsumsi aneka makanan yang berbahan dasar beras.

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa beras hanya ditemukan di Tiongkok bagian selatan? Hal ini karena padi lebih mudah tumbuh di tanah di Tiongkok bagian selatan. Sebagaimana kita tahu, Thailand, Vietnam, dan Indonesia yang terletak di sebelah selatan Tiongkok adalah negara-negara penghasil beras.

Makanan Tiongkok Utara pada umumnya terbuat dari olahan gandum.

Namun, meskipun begitu, berkat perkembangan teknologi dan transportasi, masyarakat Tiongkok Utara pun tetap bisa menikmati aneka makanan berbahan dasar beras, demikian pula sebaliknya.

Berdasarkan pengalamanku selama ini, tempat kuliner favoritku adalah:

Guangzhou

Bagiku pribadi, Guangzhou adalah surga kuliner nomor satu di Tiongkok. Selain cita rasa makanan yang cocok di lidah orang Indonesia pada umumnya, makanan yang dijual di depot, restoran, dan lapak makanan di pinggir jalan di Guangzhou rasanya sangat enak dan dijual dengan harga terjangkau.

Tak hanya itu saja. Aneka kedai kopi yang menggugah selera dan tempatnya yang sangat instagrammable membuat siapa saja yang datang sangat betah berlama-lama di tempat ini, entah itu untuk berfoto atau menyesap nikmatnya kopi.

Perlu diketahui bahwa generasi awal etnis Tionghoa di Indonesia adalah perantauan dari Provinsi Fujian dan Guangdong. Maka, tak heran jika cita rasa kuliner Guangdong dan Fujian lebih familier di lidah orang Indonesia. Sebagian besar rasa makanan Tionghoa di Indonesia pun berasal dari kedua provinsi ini.

Hong Kong

Setali tiga uang dengan Guangzhou, Hong Kong juga merupakan salah satu kota rujukan kuliner favoritku. Karena Hong Kong dulunya adalah bekas koloni Inggris, aneka kuliner khas Barat pun juga ada di sini. Tidak hanya makanan Barat, tapi juga makanan khas Timur Tengah, seperti kebab. Aku juga menemukan kuliner khas India di sini. Sedangkan kuliner khas Indonesia lebih banyak dijumpai di wilayah Causeway Bay, karena di tempat inilah yang sering dijadikan tempat kopdar para buruh migran di Hong Kong setiap akhir pekan.

Kamu bisa menikmati aneka rasa kuliner dari restoran-restoran Hong Kong yang terkenal di Indonesia, misalnya saja Din Tai Fung, yang mana xiaolongbao adalah menu andalannya.

Namun, harga kuliner di Hong Kong sedikit lebih mahal daripada di Tiongkok daratan, termasuk jika dibandingkan dengan Shenzhen, kota yang merupakan pintu masuk ke Tiongkok daratan. Hal ini hanya karena nilai tukar dolar Hong Kong yang lebih mahal daripada Yuan.

Fuzhou

Salah satu kuliner terkenal asal Fuzhou adalah肉丸 rouwan. Bentuknya bulat seperti bakso, terbuat dari daging dan sangat enak. Namun, sayang sekali, menurutku, harga makanan di Fuzhou lebih mahal daripada di Guangzhou atau Shenzhen.

Di Fuzhou ada sebuah tempat terkenal yang menyajikan aneka makanan khas Provinsi Fujian, namanya 三坊七巷 san fang qi xiang. Tempat ini buka pada malam hari dan sangat ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan.

Selain rouwan, makanan laut juga sangat terkenal di Fuzhou, karena letak Fuzhou sendiri di pinggir pantai. Selain itu, kuliner khas Fujian yang enak juga bisa ditemui di Xiamen (Amoy). Makanan ikan lautnya sangat menggugah selera dan harganya juga terjangkau. Jika kamu merupakan penggemar seafood, kamu wajib datang ke Xiamen!

Shanghai

Sebagai pusat perekonomian Tiongkok, Shanghai juga menyajikan aneka kuliner yang bervariasi dan memanjakan lidah. Salah satunya adalah hairy crab, yaitu kepiting berambut yang berukuran jumbo. Kamu tidak akan bisa menghabiskan menu ini sendirian, karena kepitingnya sendiri berukuran raksasa dan biasanya disajikan dalam porsi besar.

Hairy crab. Menu ini sangat mudah ditemukan di Shanghai.

Selain itu, dimsum Shanghai juga sangat terkenal. Beberapa lapak makanan di Shanghai menjual dimsum dengan sajian yang kreatif. Bentuknya berupa aneka hewan, sehingga siapa saja yang kebetulan lewat dan melihatnya pasti ingin membelinya, terutama para cewek. Ada dimsum yang dibentuk seperti wajah babi, anjing husky, bebek, atau aneka hewan dan bentuk lain.

Dimsum dengan beragam bentuk yang lucu, sangat mudah ditemukan di Shanghai. Jadi, mau tetap dimakan, nggak, nih, kalau bentuknya selucu ini?

Makanan Barat seperti spagheti, salad, dan pizza juga mudah ditemukan di Shanghai, karena banyak ekspatriat yang bekerja di Shanghai.

Beijing

Tak dipungkiri lagi, Beijing yang merupakan ibukota Tiongkok juga salah satu tempat jujukan kuliner favoritku. Yang terkenal bagi orang Indonesia tentu saja bebek Peking! Banyak tempat yang menjual bebek Peking, bahkan kamu bisa membelinya beberapa porsi sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau dimakan sendiri. Tempat yang paling banyak menjual bebek Peking adalah kawasan Wangfujing.

Bebek Peking yang dijual dalam bentuk kemasan ini juga sudah dilengkapi dengan bumbunya, sehingga pembeli cukup menggorengnya saja. Praktis dan instan. Jangan khawatir, kamu masih tetap bisa menikmatinya saat kamu pulang ke Indonesia.

Karena Beijing terletak di utara, kamu mungkin akan jarang menemukan menu makanan berbahan dasar beras. Termasuk di restoran internasional seperti KFC dan McD. Namun, kamu tidak perlu khawatir, menu makanan yang berbahan dasar gandum di Beijing juga cukup enak, kok. Harganya terjangkau, bahkan lebih murah dari harga makanan di Indonesia. Bahkan, satu porsi makanan bisa untuk dimakan berdua.

Bagaimana? Apakah kamu berencana pergi ke Tiongkok untuk menikmati kulinernya setelah membaca artikel ini (dan setelah pandemi usai, pastinya)?