Tips Menghindari Penipuan Bagi Penerjemah

Beberapa hari lalu, grup penerjemah dihebohkan oleh kabar dari seorang penerjemah senior yang mengatakan bahwa ia hampir saja tertipu oleh penawaran kerja sama penerjemahan yang dilakukan oleh agensi dari luar negeri.

Di masa-masa pandemi seperti saat ini, yang mana banyak negara mulai berjatuhan ke jurang resesi, mengakibatkan banyak orang mulai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan penghasilan. Apalagi jika kita mendapatkan proyek terjemahan dari luar negeri. Singkat cerita, rekan penerjemah senior ini suatu ketika mendapat surel dari salah satu project manager yang menawarkan proyek penerjemahan dan meminta rekan saya mengirimkan CV. Rekan penerjemah ini pun tanpa ragu mengirimkan CV sesuai yang diminta dan mengerjakan tes terjemahan.

Keanehan pun terjadi setelah itu. Project manager kembali mengirimkan surel kepadanya dan mengatakan bahwa rekan saya ini lulus tes dan diminta untuk menandatangani surat kontrak, padahal sebelumnya belum ada negosiasi harga. Karena alasan keamanan, project manager tersebut meminta rekan saya untuk menandatangani surat perjanjian kerahasiaan dan meminta alamatnya, karena dokumen proyek akan dikirimkan melalui jasa kurir. Rekan tersebut langsung curiga, karena proyek penerjemahan sepenting dan serahasia apa pun hingga detik ini tidak pernah ada yang dikirimkan melalui jasa kurir. Risiko hilang selama dalam perjalanan terlalu besar.

Benar saja. Salah satu rekan penerjemah yang lain menimpali, bahwa beberapa tahun lalu ia juga mengalami kejadian serupa. Bahkan, ia diinformasikan harus membayar biaya bea cukai sebesar Rp 20 juta atas pengiriman tersebut. Pihak agensi menolak membayarkan dan meminta rekan saya membayar lebih dulu dan mengirimkan tagihan kepadanya, barulah kemudian biayanya akan ditransfer bersamaan dengan komisinya. Beruntung, teman saya tidak percaya begitu saja. Ia langsung menolaknya dengan alasan tidak punya uang dan kejadian tersebut berhenti sampai di situ.

Hati-hati penipuan. Sumber: Irish Times.

Nah, kita pasti tak ingin kejadian serupa menimpa diri kita. Untuk menghindari kasus penipuan seperti ini, berikut tips yang bisa diterapkan:

Selalu cek kredensial agensi dan project manager yang menawarkan proyek

Jika kita mendapatkan tawaran kerja sama dari agensi dari luar negeri, jangan tergiur dulu. Memang akan sangat menjanjikan bagi kita jika kita mendapatkan proyek dari agensi luar negeri. Luangkan waktu lebih dulu untuk memeriksa keaslian agensi tersebut. Cek di situsnya, cek juga di Google, apakah agensi tersebut memang ada ataukah hanya abal-abal. Cek pula alamat lengkapnya di Google Map dan nama project manager tersebut. Jangan buru-buru mengambil keputusan. Seringkali si penipu meminta kita untuk segera menandatangani draf kontrak tanpa memberi kita kesempatan untuk bertanya. Cek juga alamat surel yang digunakan. Jika project manager tersebut menggunakan alamat surel gratisan seperti Yahoo atau Gmail, maka 99,99% adalah penipu. Agensi yang baik dan memiliki reputasi bagus tidak akan pernah menggunakan alamat surel gratisan. Hal ini juga berlaku untuk agensi dalam negeri, kecuali kita sudah mengenal baik project manager yang menawarkan kita proyek.

Pelajari draf kontrak kerja dan surat perjanjian kerahasiaan

Sebelum menandatangani draf kontrak kerja dan surat perjanjian kerahasiaan, pastikan dulu kita sudah membaca baik-baik isinya. Jangan malu bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Selama dalam batas wajar, project manager tentu tidak akan sewot. Sebaliknya, ia pasti akan dengan senang hati menjelaskan kepada kita. Jika kita sudah menandatangani draf kontrak kerja dan surat perjanjian kerahasiaan, maka isi perjanjian itulah yang berlaku. Tanyakan juga sistem pembayarannya, jangka waktu pengerjaan, perangkat lunak yang akan digunakan, dll. Namun, meski kita punya hak untuk bertanya, ada pula etika profesi yang mana kita justru tidak boleh bertanya. Misalnya, jika kita menerjemahkan proyek komersial seperti novel, film, dan komik, kita tidak boleh bertanya di platform mana proyek tersebut akan ditayangkan, kecuali project manager memberitahukannya sendiri kepada kita. Jika project manager terkesan emosi pada setiap pertanyaan yang kita lontarkan, justru itu tandanya kita harus waspada bahwa ini adalah penipuan.

Cek dan ricek kepada rekan penerjemah lainnya

Inilah salah satu manfaat para sesama penerjemah saring berjejaring. Kita bisa bertanya pengalaman rekan penerjemah yang lain dan meminta pendapat jika kita ragu atau mendapat tawaran proyek yang mencurigakan. Kita bisa menanyakan kinerja agensi A, klien B, dst. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari penipuan yang dilakukan agensi abal-abal. Meski tidak semua agensi penerjemahan (entah dalam atau luar negeri) itu buruk, tapi akan lebih baik jika kita selalu bersikap waspada dan meminimalkan tingkat risiko kita. Yang pasti, kita harus selalu waspada karena pelaku kriminal juga makin canggih mengelabui calon korbannya.

Tinggalkan Balasan