Toilet Terjorok di Dunia

Artikel berikut adalah salah satu jawaban terpopulerku di forum Quora Indonesia. Suatu saat, salah seorang teman di Quora melemparkan pertanyaan kepadaku, toilet di negara mana yang terjorok di dunia?

DISCLAIMER: Jawabanku ini bisa membuatmu auto ngakak atau ngakak hingga guling-guling nonstop, atau bahkan membuatmu tidak nyaman membacanya. Jika kamu merasa tidak nyaman, jangan lanjutkan membaca paragraf selanjutnya.

Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, aku akan jawab sejujurnya. Jawabannya adalah … Tiongkok.

Lho, kok begitu? Bukannya di jawabanmu yang lain, toilet umum di Tiongkok sudah lebih bersih, Glenn?

Wah, Glenn ngaco, nih. Jawabannya nggak konsisten.

Jadi, saudara-saudaraku, begini ceritanya.

Waktu aku pertama kali mengemban tugas negara sebagai juru bahasa Mandarin-Indonesia dan mendampingi klien ke Tiongkok, aku juga terkaget-kaget dengan kondisi toilet di sana, meskipun di kota besar. Ada yang tanpa pintu, ada yang hanya sekat tipis, bahkan ada juga yang nggak ada sekatnya, jadi kita bisa lihat tetangga sebelah dan depan kita lagi ngapain.

Di kota-kota kecil, malah lebih ekstrem lagi. Yang paling kuingat adalah ketika aku mendampingi klien kunjungan ke pabrik supplier di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang. Toilet umum di sana terbuka, tidak ada air, dan sangat bau. ‘Emas’ hasil produksi manusia akan dibiarkan menumpuk di kloset. Jika sudah penuh, maka penjaga toilet baru mem-flush-nya secara massal. Baunya? Jangan dibayangkan. Mau pingsan rasanya. Kalau nggak kebelet banget, aku nggak ke toilet umum di sana. Duh, beneran masih mending toilet umum di SPBU di Indonesia, deh.

Mungkin karena banyak diprotes orang asing, pemerintah Tiongkok akhirnya mencanangkan program reformasi toilet. Memang saat ini masih baru dihelat di kota-kota besar, seperti Beijing, Shanghai, dll, yang banyak dikunjungi turis asing dan ekspatriat. Sedangkan toilet umum di kota kecil sebagian besar kondisinya masih mengerikan. Sekarang banyak toilet umum di kota-kota besar di Tiongkok yang sudah lebih bersih daripada sebelumnya. Meskipun begitu, sampai sekarang aku masih parno. Aku selalu nggak pernah lupa membawa tisu basah, tisu kering, dan toilet sanitizer di tasku. Toilet sanitizer ini bisa kamu beli di apotek-apotek di Indonesia dengan harga terjangkau.

Tahun lalu, di sebuah toilet umum pria di Beijing, aku menemukan hal unik. Coba perhatikan foto yang kuambil ini, kira-kira bagaimana persepsimu?

Peringatan? Anjuran? Atau tutorial?

Terjemahan bebas bahasa Indonesia: Dorong konsermu di tempat ini.

Aku awalnya bingung menangkap maksud dari pemberitahuan ini. Butuh waktu beberapa detik lamanya baru aku ngakak. Apa hubungannya konser dan toilet? Apanya yang harus didorong? Kalau dilihat dari gambarnya, apakah airnya harus disiram ke mikrofon? Lah, mikrofonnya di mana, ya? Airnya di mana? Aku sampai bingung cari mikrofonnya waktu itu. Ini toilet nggak salah tempat, kan? Atau justru stiker peringatannya yang salah? *tutup muka malu*

Barulah aku sadar kalau orang Tiongkok saat buang air selalu tidak pada tempatnya alias muncrat ke mana-mana, baik BAK atau BAB dan itu membuat toilet kotor dan bau. Itu sebabnya dipasanglah pemberitahuan ini untuk mengedukasi mereka agar (maaf) kencingnya dan ‘emas’nya tidak berceceran dan diarahkan (didorong, atau kalau bahasa Jawanya ngeden untuk BAB, karena kalau kita sedang menunaikan panggilan alam kan tentunya kadang perut kita berbunyi dan itu yang dimaksud ‘konser’ di sini) ke tempat pembuangan yang bentuknya seperti mikrofon di foto itu.

Mungkin sama seperti di Indonesia, beberapa toilet umum dipasang poster untuk tidak jongkok di toilet duduk, tapi mungkin pemerintah Tiongkok bingung bagaimana harus mengedukasi rakyatnya untuk peduli kepada sesama dan kebersihan. Jadi kadang kita sebagai orang asing butuh waktu untuk berpikir dan mencerna pesan yang disampaikan melalui poster-poster himbauannya.

Menurutku, hal ini sangat wajar, karena Tiongkok mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir, yang membawanya sebagai calon pemimpin ekonomi dunia setelah Amerika Serikat. Sedangkan masyarakat Tiongkok mengalami masa-masa kemiskinan sebelum Tiongkok membuka diri ke dunia internasional pada tahun 1979. Boleh dikatakan mereka adalah OKB saat ini, tapi gaya hidupnya masih seperti sebelumnya.

Jika kamu berencana mengadakan perjalanan ke Tiongkok, jangan lupa untuk selalu membawa tisu bersih, tisu basah, toilet sanitizer, hand sanitizer, dan mengenakan masker ke mana saja kamu pergi. Usahakan sudah menyelesaikan panggilan alam di hotel sebelum keluar.

5 Replies to “Toilet Terjorok di Dunia”

Tinggalkan Balasan